Minggu, 11 Oktober 2015

Surat-surat Nabi Muhammad SAW Kepada Para Raja

0
Nabi Muhammad SAW adalah nabi rasul untuk seluruh umat manusia sekaligus penutup para nabi dan rasul. Tidak ada nabi maupun rasul yang di utus lagi setelah beliau wafat. Beliau juga berdakwah dengan mengirim surat kepada para raja dan penguasa dari berbagai bangsa dan daerah untuk masuk Islam. Sesungguhnya dakwah dan peringatan telah di berikan agar manusia kelak di hari kiamat tidak mengatakan “sesungguhnya tidak ada yang memberi peringatan kepada kami.” Berikut di bawah adalah beberapa catatan sejarah tentang surat-surat tersebut:

1. Kepada Najasyi Raja Habasyah


Najasyi adalah Raja Habasyah dan bernama Ashham bin Abjar. Nabi mengutus sahabat Amru bin Umayah Adh-Dhamri kepada Najasyi untuk menyampaikan suratnya yang isinya sebagai berikut:

"Bismillahirrahmannirrahim. Dari Muhammad Rasulullah, salam kepada Najasyi, pembesar Habasyah. Salam kepada siapa yang mengikuti petunjuk. Amma ba'du.
Sesungguhnya aku bertauhid kepada yang tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Maharaja yang Maha Suci, Yang Maha Pemberi Keselamatan, Yang Maha Pemberi Keamanan, Yang Maha Pelindung. Dan aku bersaksi bahwa Isa bin Maryam (tiupan) roh dari Allah (yang terjadi) dengan kalimat-Nya (yang disampaikannya) kepada Maryam yang perawan, yang baik dan menjaga diri (suci) lalu mengandung (bayi) Isa dari wahyu dan tiupan-Nya sebagaimana menciptakan Adam dengan tangan-Nya.
Aku mengajak engkau kepada Allah yang Esa, tidak mempersekutukan sesuatu bagi-Nya dan taat patuh kepada-Nya dan mengikuti aku dan meyakini (ajaran) yang datang kepadaku. 
Sesungguhnya aku utusan Allah. Dan aku mengajak engkau dan tentaramu kepada Allah Yang Maha Perkasa dan Agung. Aku telah menyampaikan dan telah aku nasihatkan; maka terimalah nasihatku. Salam bagi yang mengikuti petunjuk ini."

Kamis, 08 Oktober 2015

Ini 17 Korban Insiden Mina Terbaru

Ini 17 Korban Insiden Mina Terbaru
Rabu, 07 Oktober 2015, 14:47 WIB

reuters
Ambulans membawa jamaah haji korban insiden Mina.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2015 merilis ada 17 jamaah haji yang kembali teridentifikasi menjadi korban indisen Mina. "Kami laporkan jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat bertambah 17 orang," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2015 Arsyad Hidayat di Makkah, Arab Saudi, Rabu (7/10).

Penemuan atau identifikasi jenazah jamaah yang wafat pada hari ini, Arsyad mengatakan, seluruhnya merupakan jamaah asal Indonesia. Sebangian besar korban berasal dari Jawa Barat, yakni kelompok terbang 61 embarkasi Jakarta-Bekasi, JKS 61.

Berikut ini nama-nama korban yang teridentifikasi:

1. Yoyom Maryam Abdullah dengan nomor passpor B1200064
2. Tintin Mulyatin Ahmad Sujadi dengan nomor passpor B0933088
3. Euis Komariah Muharam dengan nomor passpor B0724731
4. Ira Kusmira Dede Herlan dengan nomor passpor B0733174
5. Rumiyati Muhnyono Azali dengan nomor passpor B143885
6. Ade Sutarna Atang dengan nomor passpor B0932992
7. Suparman Sarkosih Lamiri dengan nomor passpor B0476613
8. Dik dik Mochamad Tasdik dengan nomor passpor B0733180
9. Dahlan Djambek Ardiwijaya dengan nomor passpor A0733180
10. Rohendi Iskandar Hadiwijaa dengan nomor passpor B0476603
Surabaya
11. Wati Ibrahim Saman (SUB 28) dengan nomor passpor B1027953
12. Zaini Mauelan Ishaq (SUB 48) dengan nomor passpor A6884560
13. Masykur Atmino Asti (SUB 48) dengan nomor passpor B10231173
14. Siti Asiah Paijan Wiryo (SUB 36) dengan nomor passpor B1021771
15. Mulyono Demo Kaimihan (SUB 36) dengan nomor passpor B1021803
Makasar
16. Lasikki Laompo Rahman (UPG 10) dengan nomor passpor B0693314
Solo
17. Sugenng Triyanto Soeratman Hadimulyo (SOC 62) dengan nomor passpor B0876704

Redaktur : Andi Nur Aminah
Reporter : Antara

Sejak PD I, Amerika Serikat Ingin Ubah Peta Timur Tengah


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak pertengahan 2006, sebuah peta anonim atas wilayah Timur tengah, Afganistan dan Pakistan bergulir di lingkungan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Peta yang disebut sebagai "Timur Tengah Baru" itu kini masuk ke ranah publik dengan tujuan membangun konsensus di kalangan masyarakat Timur Tengah.

Peta itu tidak secara langsung merupakan representasi dari kebijakan Markas Militer Amerika, Pentagon. Namun peta itu sudah digunakan dalam program pelatihan di sekolah pendidikan perwira NATO. Bahkan, peta itu juga sudah digunakan dalam akademi pertempuran nasional.

Peta Timur Tengah baru itu didasari oleh sejumlah peta dari era-era Presiden Woodrow Wilson dan ketika era Perang Dunia I. Letkol Ralph Peters yang berperan dalam pembuatan peta itu merasa pengaturan kembali soal perbatasan akan bisa menyeleasaikan masalah di Timur Tengah.


Letkol Peters menyampaikan gagasan itu dalam bukunya yang berjudul "Never Quit the Fight" yang 2006 lalu. Selain itu, ada buku berjudul "Blood Borders: How a better Middle East would look" yang ada dalam jurnal pasukan Amerika.

Rabu, 07 Oktober 2015

Jokowi, Ahok dan Syiah...Emilia Bilang : Tuhan sedang Unjuk Gigi

Entah kenapa, rasanya semua kelompok kesesatan di Indonesia dan juga DKI Jakarta mendapat angin segar setelah naiknya Jokowi menjadi R1 dan Ahok disahkan menjadi Koboy Baru Jakarta.
Dalam salah satu komentarnya di dunia maya, Emilia dari OASE (Organization of Ahlulbait For Social support and Education) mengungkapkan kegembiraan atas terpilihnya Jokowi dan Ahok pada pimpinan tertinggi Indonesia dan Jakarta.



“Tahun ini lagi khusus semua tim OASE niiih... supaya ghirahnya (semangatnya) sama dan bisa nyetel gas yang sama pula. Kami punya misi yang harus tuntas 5 thn ini mumpung Tuhan lagi unjuk gigi... sambil kesana juga kerja koq..”
Merasa bingung dengan istilah “Tuhan unjuk gigi,” seorang penganut Syiah dengan akun facebook Edie Ismail Aizavie bertanya, “Tuhan unjuk gigi itu maksudnya apa Bun? Apapun moga sukseslah...”

Selasa, 06 Oktober 2015

Tokoh Syiah Australia akan ke Jakarta, Ini Jawaban Komisi Hukum MUI

Tokoh Syiah Australia akan ke Jakarta, Ini Jawaban Komisi Hukum MUI

“Kementerian Agama (Kemenag) juga harus melakukan investigasi, karena Syiah Iran adalah aliran keagamaan sempalan yang bermasalah,” katanya 

Hidayatullah.com- Anggota Komisi Bidang Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Peneliti Syiah Dr. Abdul Chair Ramadhan menanggapi rencana kehadiran tokoh Syiah ekstrim Australia Muhammad Tawhidi ke Jakarta.
Ia menilai Muhammad Tawhidi sama dengan tokoh Syiah yang secara terang-terangan melaknat sahabat dan umul mukminin, yang dimuliakan umat Islam.
Ia bahkan mendesak MUI segera mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Syiah yang dikembangkan oleh Iran ini sesat dan menyesatkan.
“Elite Syiah yang ada di Indonesia memanfaatkan Syaikh Tawhidi dengan menyatakan ia Syiah takfiri atau intoleran dimaksudkan untuk mengecoh umat, dan Ahlu Bait Indonesia (ABI) maupun Ikatan Jamaah Ahlu Bait Indonesia (IJABI) tidak bertanggungjawab dan berlepas diri dari itu,” ujarnya padahidayatullah.com, Kamis (01/10/2015).

Tabligh Bareng di Solo, MTA dan Banser Bersatu

Solo (SI Online) -  Tabligh akbar bertema "Mempererat Ukhuwah Menjauhi Gibah" di Masjid Ainul Yaqin Solo pada Rabu (30/9) lalu dihadiri ribuan jamaah dari berbagai ormas Islam. 
 
Satgas Majelis Tafsir Alquran (MTA) dan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) bisa duduk bersama dalam tabligh ini, perbedaan dan perdebatan yang biasa terjadi hilang sirna tersapu dengan ukhuwah Islamiyyah. Alhamdulillah acara tersebut berjalan dengan lancar.


 
Tabligh akbar itu dihadiri tokoh-tokoh ormas Solo Raya, diantaranya Ustaz Sukino (MTA), Ustaz Mudzakkir (Ponpes Al Islam), KH. Baidowi (PCNU), Ustaz Choirul (FPI), Banser, Ustaz Warsito (Gema syari) dan hawwariyuun.
 

Terancam Dibantai, Muslim di India Terpaksa Masuk Hindu

Delhi (SI Online) - Kematian Mohammad Akhlaq di wilayah Dadri, Uttar Pradesh yang dibunuh kelompok Hindu pada pekan lalu kerena memotong sapi kurban telah menanamkan ketakutan di kalangan muslim di India. Bahkan, ada yang sampai menyatakan siap memeluk Hindu demi keselamatan keluarga mereka.
 

Seorang kepala keluarga menyatakan pasrah untuk beralih ke agama Hindu demi memohon keselamatan keluarganya.