Tampilkan postingan dengan label Syiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syiah. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juli 2022

HAUZAH......PUSAT KADERISASI SYIAH MILITAN, KINI EKSIS DI INDONESIA

Banyak pihak yang merasa khawatir dengan keberadaan dan pergerakan Syiah di Indonesia. Syiah di Indonesia semakin merajalela dan sedang mempersiapkan kader-kadernya untuk men-Syiahkan Ahlu Sunnah wal Jamaah di Indonesia.

Akankah Indonesia akan menjadi negara dengan mayoritas Syiah. Apakah Indonesia akan di-Syiahkan seperti di Yaman? 

Inilah faktanya bahwa mereka tidak main-main di dalam menyiapkan kader-kadernya. Apakah umat Islam di Indonesia akan santai-santai saja? Allaahul mustaan.

Berikut ini foto-foto Hauzah dan seluruh para kader Syiah :


















HATI-HATI DENGAN PERMABI

Ada sebuah ormas Syiah yang bernama Permabi (Perduli Masjid Ahlul Bait Indonesia). Program utamanya adalah membersihkan seluruh masjid di Indonesia. Mereka terdiri dari beberapa orang saja. Jika dilihat oleh mata orang-orang awam, mereka memang memiliki kepedulian yang cukup besar terhadap kebersihan masjid-masjid. 

Akan tetapi, secara aqidah, mereka adalah para pengikut Syiah. Apakah perlu kita tolak jika masjid kita dibersihkan oleh orang Syiah? Jika Syiah hanya sebatas membantu membersihkan masjid kita, tentunya kita sebagai sesama manusia, kita tidak akan menolak mereka. Lain halnya jika mereka mengajak kita untuk masuk ke dalam ajaran Syiah, maka akan kita menolaknya dengan tegas. 

Mengapa kita harus menolaknya? Karena ajaran Syiah adalah ajaran yang sesat dan menyesatkan. Mereka mengafirkan para sahabat, syahadat mereka berbeda dengan kita, tata cara berwudlu dan tata cara shalat mereka berbeda dengan kita dan lain sebagainya. Mana buktinya? Jangan asal nuduh lho! Buktinya, silahkan baca dan teliti isi dari kitab-kitab induk mereka. Syiah di Indonesia beda lho dengan Syiah yang suka melaknat...?! Nah, inilah taqiyyah mereka. Saat ini, mereka tidak akan berani melakukan itu (mencaci maki para sahabat), karena mereka sedang dalam tahap mengenalkan ajaran mereka kepada umat Islam. Tentu akan dikenalkan kepada ajaran yang baik-baik saja dan seolah-olah sama dengan ajaran Ahlu Sunnah wal Jamaah.






Kamis, 07 April 2022

Siswi SMP/SMA Korban Mut'ah di Iran

Pada Februari 2011, Syi'ah Bahrain atas instruksi pimpinan tertinggi mereka di Iran, menjalankan aksi demonstrasi untuk menggulingkan pemerintahan sah Bahrain. Bermuka dua adalah sikap utama Syi'ah, saudara lihat Syi'ah Iran mendukung semua revolusi, dan demonstrasi, bahkan terkadang ikut mendukungnya, terkecuali revolusi rakyat Suria.


Makar yang tertata rapi, dan bertujuan menjadikan Bahrain Irak kedua, putus di tengah jalan setelah Dir' al-Jazirah (Tentara gabungan Arab Teluk) yang dipromotori Saudi masuk ke Bahrain guna mempertahankan pemerintah dari rongrongan Syi'ah. Apalagi hubungan Saudi-Bahrain bukan sekedar negara tetangga, tetapi lebih erat lagi setelah pangeran Bahrain menikahi putri Sahab binti Abdullah Alu Saud.

Demonstrasi 'damai' menurut klaim Syi'ah ini, ternyata adalah demonstrasi brutal dan binal. Untuk bukti kebrutalan mereka saudara bisa browsing di internet. Tapi kali ini kami akan mengangkat 'demonstrasi binal dan amoral' Syi'ah Bahrain.

Fatwa Syi'ah; Melakukan Pengundian Untuk Menentukan Bapak Dari Anak Hasil Mut'ah!!!

Bukan Syi'ah bila tidak doyan Mut'ah. Zina berkedok agama tersebut memiliki kedudukan yang sangat agung dan merupakan amalan yang amat mulia dalam agama Syi'ah. Bahkan hingga dikatakan secara dusta oleh mereka untuk membuat semangat para pengikutnya bahwa barangsiapa yang melakukannya hingga 4 kali, maka derajatnya sama seperti derajat Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Na'udzubillah! 

Juga sebagaimana telah kita ketahui, terdapat pada ajaran mereka bahwa diperbolehkannya bermut'ah hingga seribu wanita. Kini ulama Syi'ah telah memberikan solusi baru kepada para pengikutnya, terutama bagi kaum wanitanya yang sudah seringkali berlomba-lomba menggapai pahala dengan 'ibadah mut'ah hingga sulit diketahui berapa jumlah laki-laki Syi'ah yang telah memut'ahnya, dan sulit pula diketahui siapa bapak sebenarnya dari anak yang lahir dari hasil mut'ahnya. 

Kasus yang amat memalukan demikian pernah ditanyakan kepada dedengkot Al-Khui seperti berikut, dan dia memberikan solusi dengan fatwanya yaitu dengan cara DIUNDI untuk pemilihan bapak bagi sang anak :

Selasa, 05 April 2022

Teror Syiah kepada Muslimah yang Menolak Mut'ah

 


Ulama Syi’ah kembali menteror kaum wanitanya untuk dijadikan budak nafsu mereka. Mereka mengancam dengan neraka bagi siapa pun dari para wanita Syi’ah yang menolak tatkala diajak beribadah mut’ah/kawin kontrak (baca: zina) oleh sayyid dari kalangan mereka.

Adalah Muhsin Alu ‘Ashfur, salah satu dedengkot Syi’ah yang di dalam twitternya menteror para wanita Syi’ah seperti di atas. Saksikanlah, si busuk ini berkata:
قال السيد فاضل المدرسي نقلاً عن الإمام الصدوق (ع) : (كل إمرأة طلبها سيد في متعة ورفضت فقد أوجبت على نفسها النار وحرمت عن نفسها الجنة والأجر)

“Telah berkata As-Sayyid Fadhil Al-Madrisiy menukil dari Al-Imam Ash-Shaduq: “Setiap wanita yang dimintai oleh sayyid untuk ber-mut’ah lalu dia (si wanita) menolak, maka sungguh neraka wajib atas dirinya dan diharamkan dari dirinya akan Surga juga pahala.” [Twitter Muhsin Alu ‘Ashfur: https://twitter.com/ShMohsnAlAsfor/status/349582741517508608]
Sumber: http://jaser-1eonheart.blogspot.com/2013/08/neraka-bagi-para-wanita-syiah-yang.html

Kamis, 10 Maret 2022

HITAM DI BALIK PUTIH; BUKU BANTAHAN ATAS BUKU PUTIH MAZHAB SYIAH

 

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada seluruh umat manusia. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabatnya serta semua pengikutnya sampai akhir zaman, amma ba’du :

Layaknya seorang pedagang, para pengusung ajaran Syiah juga melakukan trik-trik dagang yang jitu agar dagangannya laris di pasaran. Di antara trik tersebut adalah dengan mengemas ajaran mereka seolah-olah bersumber dari ajaran Rasulullah SAW dan tidak ada penyimpangan sedikit pun. Di antara konsep yang berhasil dibangun oleh Syiah yaitu Syiah berhasil membuat konsep “mengentengkan” ajaran agama Islam. Yaitu Syiah meyakini bahwa prinsip beragama yang paling utama hanya cukup dengan berwilayah kepada Ali (meyakini bahwa Ali adalah wali/penguasa mereka). Siapa yang menerimanya, maka dia akan beruntung dan selamat di akhirat. Karena pada hari Kiamat, Ali akan memberikan penyelamatan terhadap seluruh umat manusia yang mencintainya. Bahkan menurut Syiah, Ali lah yang telah mengajari malaikat Jibril. “Ketika Jibril menghampiri Nabi saw, tiba-tiba Ali juga menemui beliau saw. Jibril berdiri untuk memuliakan dan menghormati Ali as. Rasulullah saw bersabda kepada Jibril, “Apakah engkau berdiri untuk menghormati pemuda ini? Jibril memaparkan, ‘Ya, dikarenakan dia memiliki hak pengajaran kepadaku.’” Rasul saw berkata, “Apakah hak itu? Jibril menjelaskan, ‘Ketika Allah menciptakanku, lalu Dia menanyaiku, ‘Siapakah engkau, siapa namamu, siapa Aku dan siapa nama Aku?’ Saya merasa kikuk, apa yang harus aku jawab, secara tiba-tiba seorang pemuda (Ali as), manifestasi dari Alam Nuraniyah berkata, ‘Katakanlah! Engkau adalah Tuhan Yang Mahaagung, nama-Mu Indah, dan aku adalah hamba-Mu yang hina-dina, namaku Jibril.” (Kecuali Ali, Abbas Rais Kermani, Penerbit Al-Huda, hal. 35).

Selain itu, Syiah juga berani membuat konsep ibadah yang selalu bersebrangan dengan Ahlu Sunnah wal Jama'ah, karena mereka berkeyakinan bahwa Ahlu Sunnah wal Jama'ah lah yang telah membunuh Imam Husein yang Syiah agungkan. Misalnya Syiah mengatakan bahwa tatacara shalat Rasulullah saw adalah sebagai berikut, “Sayid Ibnu Thawus meriwayatkan bahwa Imam Ali Ridha as pernah ditanya tentang shalat Ja’far at-Thayyar. Beliau menjawab, “Mengapa kalian lupa dengan shalat Rasulullah saw? Mungkin Rasulullah saw belum pernah melakukan shalat Ja’far tersebut, dan Ja’far juga belum pernah melaksanakan shalat beliau itu!” Perawi berkata, “Jika begitu, ajarkanlah shalat (Rasulullah saw) tersebut kepadaku!” Beliau berkata, “Kerjakanlah shalat 2 rakaat, dan di setiap rakaat bacalah surah al-Fatihah 1 kali dan inna anzalnahu (surah al-Qadr) 15 kali. Bacalah juga surah al-Qadr tersebut ketika ruku, bangun dari ruku, sujud pertama, bangun dari sujud pertama, sujud kedua, dan bangun dari sujud kedua masing-masing 15 kali. Setelah itu bacalah tasyahud dan salam…” (Kunci-kunci Surga jilid 1, Syekh Abbas Al-Qummi, hal. 150).

Selain membuat tatacara shalat Rasulullah SAW versi Syiah, Syiah juga membuat tatacara shalat yang dilakukan oleh para imam mereka, mulai dari tatacara shalat Ali bin Abi Thalib as, shalat Imam Hasan dan Husain as dan imam-imam yang lainnya yang sangat berbeda dengan tatacara shalat kaum muslimin di dunia yang bermazhab Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Misalnya tatacara shalat Ali as adalah sebagai berikut, “Syekh Thusi dan Sayid Ibnu Thawus ra meriwayatkan bahwa Imam Ja’far Shadiq as berkata, “Sesiapa di antara kalian melaksanakan shalat Amirul Mukminin as yang berjumlah 4 rakaat, niscaya ia akan terbersihkan dari dosa seperti ia baru lahir dari perut ibunya dan segala keperluannya akan dipenuhi. Pada setiap rakaat, bacalah surah al-Fatihah 1 kali dan surah al-Ikhlash 50 kali.” (Kunci-kunci Surga jilid 1, Syekh Abbas Al-Qummi, hal. 152).

   Selain perbedaan dalam masalah ibadah, juga Syiah berani berbeda dalam masalah aqidah. Misalnya Syiah berkata, “Imam Shadiq as dalam menafsirkan ayat, “Segala sesuatu akan musnah, kecuali wajah Allah….”berkata, “Yang dimaksud dengan Wajah Allah dalam ayat ini adalah Ali as.” (Kecuali Ali, Abbas Rais Kermani, Penerbit Al-Huda, hal. 22).

Di antara yang menjadi penyebab lakunya paham Syiah, yaitu beragama di dalam Syiah sangat mudah, hanya cukup cinta dan setia kepada Ali as akan mendapatkan jaminan keselamatan di akhirat. Mereka telah berhasil menyesatkan banyak orang. Aqidah batil tersebut telah merusak keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, dan seluruh ajaran Islam. Ahlu Sunnah wal Jama'ah meyakini jika rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya belum tentu akan menyelamatkan seseorang dari adzab-Nya jika tidak dibarengi dengan iman dan amal shalih, lalu bagaimana mungkin rasa cinta kepada Ali dianggap cukup untuk menyelamatkan seseorang dari adzab-Nya?  

Kecintaan kepada Ali as yang diusung oleh Syiah adalah dikarenakan Rasulullah SAW telah mengangkat Ali as di Ghadir Khum sebagai pemimpin setelah beliau saw. Untuk masalah ini, ada baiknya Syiah merenungkan beberapa hal di bawah ini :

  1. Jika masalah kepemimpinan adalah sangat penting adanya, seharusnya Nabi r menyampaikannya kepada seluruh kaum muslimin di Arafah, sebelum beliau meninggal dunia, tepatnya pada saat haji Wada. Karena ketika di Arafah, semua jamaah haji dari berbagai negeri berkumpul. Tidak hanya penduduk Madinah, tapi dari seluruh penjuru Jazirah Arab. Sehingga apabila penduduk Madinah berkhianat, dan mereka lebih memilih Abu Bakar t sebagai khalifah, maka kaum muslimin yang lainnya yang datang dari luar Madinah bisa menjadi saksi akan hal itu.
  2. Apabila benar bahwa Rasulullah SAW  telah berwasiat kepada Ali RA untuk menjadi khalifah, mengapa Ali tidak menyampaikan hal tersebut di hadapan para sahabat? Apakah Ali takut untuk menjadi syahid membela wasiat Rasulullah SAW? Bukankah ini bertentangan dengan sejarah hidup Ali RA yang terkenal dengan keberanian dan kejujurannya?
  3. Hadits Ghadir Khum sebenarnya adalah hadits yang berisi pemulihan nama baik Ali RA oleh Rasulullah SAW. Hal ini dikarenakan ada beberapa orang para shahabat yang tidak berkenan oleh sikap Ali RA dalam masalah ghanimah/rampasan perang dari Yaman dan bukan sebagai pengangkatan Ali sebagai khalifah pengganti Rasulullah SAW.

 

Senin, 29 Oktober 2018

TATA CARA SHALAT RASULULLAH SAW DAN PARA IMAM SUCI


TATA CARA SHALAT RASULULLAH SAW DAN PARA IMAM SUCI
DI DALAM BUKU MAFATIH AL-JINAN JILID 1

Shalat Rasulullah saw
            Sayid Ibnu Thawus meriwayatkan bahwa Imam Ali Ridha as pernah ditanya tentang shalat Ja’far at-Thayyar. Beliau menjawab, “Mengapa kalian lupa dengan shalat Rasulullah saw? Mungkin Rasulullah saw belum pernah melakukan shalat Ja’far tersebut, dan Ja’far juga belum pernah melaksanakan shalat beliau itu!” Perawi berkata, “Jika begitu, ajarkanlah shalat (Rasulullah saw) tersebut kepadaku!” Beliau berkata, “Kerjakanlah shalat 2 rakaat, dan di setiap rakaat, bacalah surah al-Fatihah 1 kali dan innaa anzalnaahu (surah al-Qadr) 15 kali. Bacalah juga surah al-Qadr tersebut ketika ruku, bangun dari ruku, sujud pertama, bangun dari sujud pertama, sujud kedua, dan bangun dari sujud kedua masing-masing 15 kali. Setelah itu, bacalah tasyahud dan salam. Jika engkau telah selesai melaksanakan shalat, tidak akan ada dosa yang tersisa dalam dirimu kecuali akan diampuni oleh Allah dan setiap keperluan yang engkau minta, pasti akan dikabulkan. (Mafatih al-Jinan, Kunci-kunci Surga Jilid 1, karya Syekh Abbas Al-Qummi, Penerbit Al-Huda, cet. Ke-2 tahun 2009, hal. 150).

Shalat Ali bin Abi Thalib as
Syekh Thusi dan Sayid Ibnu Thawus ra meriwayatkan bahwa Imam Ja’far Shadiq as berkata, “Sesiapa di antara kalian melaksanakan shalat Amirul Mukminin as yang berjumlah 4 rakaat, niscaya ia akan terbersihkan dari dosa seperti ia baru lahir dari perut ibunya dan segala keperluannya akan dipenuhi. Pada setiap rakaat, bacalah surah al-Fatihah 1 kali dan surah al-Ikhlas 50 kali. (Mafatih al-Jinan, Kunci-kunci Surga Jilid 1, karya Syekh Abbas Al-Qummi, Penerbit Al-Huda, cet. Ke-2 tahun 2009, hal. 152).

Shalat Sayidah Fathimah Az-Zahra as
Diriwayatkan bahwa Sayidah Fathimah az-Zahra as selalu melaksanakan shalat dua rakaat (di siang hari Jumat) yang telah diajarkan malaikat Jibril kepada beliau. Pada rakaat pertama setelah membaca surah al-Fatihah, beliau membaca surah al-Qadr 100 kali dan pada rakaat kedua setelah itu, membaca surah al-Ikhlas 100 kali…
Syekh Thusi berkata dalam Mishbah al-Mutahajjidin, “Shalat Sayidah Fathimah as adalah dua rakaat. Pada rakaat pertama, membaca surah al-Fatihah dan 100 kali surah al-Qadr dan di rakaat kedua, membaca surah al-Fatihah dan 100 kali surah al-Ikhlas. Setelah mengucapkan salam, membaca tasbih Sayidah Fathimah as, lalu membaca doa Subhana dzil ‘izzisy syamikh…hingga akhir doa seperti telah disebutkan di atas. (Mafatih al-Jinan, Kunci-kunci Surga Jilid 1, karya Syekh Abbas Al-Qummi, Penerbit Al-Huda, cet. Ke-2 tahun 2009, hal. 156-157).

Karakteristik Nikah Mut’ah






Karakteristik Nikah Mut’ah
(Dalam buku: Titik Temu Fiqih & Theologi Syiah-Sunni; karya: Prof.Dr. Athif Salam; cetakan 1, 2013, hal. 121-122, penerbit: Sakkhausukma Bantul Yogyakarta)

Nikah mut’ah ini gambarannya adalah ketika seorang laki-laki menikahi seorang perempuan muslim yang merdeka atau tidak merdeka (budak), tidak ada hal yang mencegah pernikahan itu secara syari’at, baik dari segi keturunan, kekerabatan istri, ikatan pernikahan, ‘iddah, dan lain sebagainya.
            Perempuan yang seperti ini bisa menikahkan dirinya sendiri terhadap seorang laki-laki dengan mahar tertentu dan dalam waktu tertentu, dengan akad yang memenuhi syarat-syarat sahnya sebuah pernikahan, dan tidak ada hal yang mencegah terjadinya akad tersebut secara syari’at. Sehingga, setelah cocok antara keduanya, si perempuan, dalam akad, mengucapkan :
زَوَّجْتُكَ / أَنْكَحْتُكَ / مَتَّعْتُكَ نَفْسِيْ بِمَهْرِ ....... لِمُدَّةِ .......

Aku nikahkan kamu dengan aku dengan mahar…..
Selama....(menyebutkan jangka waktu yang telah disepakati).
            Kemudian si lelaki menjawab langsung : (Saya terima) قَبِلْتُ
            Dalam pelaksanaan akad nikah ini juga boleh diwakilkan, baik dari pihak suami atau istri, sebagaimana pelaksanaan akad-akad lainnya.
            Setelah akad selesai, si perempuan menjadi istri dan si lelaki menjadi suami, sampai habisnya masa yang telah disebutkan dalam akad. Setelah masanya habis, secara otomatis hubungan suami istri putus tanpa cerai, sebagaimana akad sewa. Suami juga berhak memutus hubungan sebelum masa yang disepakati habis, tanpa adanya proses cerai. (hal. 121-122)


Rabu, 16 Maret 2016

Kesesatan Aqidah dan Ibadah Syiah




Kesesatan
Aqidah dan Ibadah
SYI’AH

























                                                                                                                                            
Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam
Jl. Tambak No. 20 D Pegangsaan Jakarta Pusat 10320
Tlp. (021) 31908749 Faks. (021) 31901259
Pendahuluan
Aqidah dan ajaran Islam harus selalu dijaga kemurniannya oleh umat Islam, khususnya oleh para Alim Ulama. Maka untuk membentengi aqidah umat Islam Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai wadah para Ulama, Zu’ama, dan Cendekiawan Muslim di Indonesia, dalam Rakernas MUI Desember 2007 telah menetapkan 10 (sepuluh) Kriteria Aliran Sesat, yaitu:
1.    Mengingkari salah satu dari rukun iman yang enam dan rukun Islam yang lima.
2.    Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i (Al-Qur`an dan As-Sunnah).
3.   Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Qur`an.
4.   Mengingkari otensitas dan atau kebenaran isi Al-Qur`an.
5.   Melakukan penafsiran Al-Qur`an yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.
6.   mengingkari kedudukan hadits Nabi SAW sebagai sumber ajaran Islam.
7.   Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.
8.   Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir.
9.   Mengubah, menambah, dan/atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah, seperti haji tidak ke Baitullah, shalat fardhu tidak lima waktu.
10. Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syariah, seperti mengkafirkan Muslim hanya karena bukan kelompoknya.
Kemudian, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah ajaran Syi’ah merupakan ajaran yang haq atau sebaliknya, sebagai ajaran yang sesat dan menyesatkan?
Berdasarkan hasil penelitian, ajaran Syi’ah memiliki banyak perbedaan dan kesesatan prinsipil – baik dari segi aqidah maupun ibadah – dengan ajaran yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW. Mulai dari perbedaan dalam Syahadat, Rukun Islam, Rukun Iman, tata cara Shalat, lafadz Adzan, menafsirkan Al-Qur’an, memahami kedudukan Hadits Nabi SAW, dan lain sebagainya.

Tentang Al-Qur’an
Mayoritas umat Islam di dunia termasuk di Indonesia adalah Ahlussunnah wal Jamaah atau lebih dikenal dengan istilah Sunni, yang mengamalkan Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Al-Qur’an yang digunakan pun sama yaitu yang disebut dengan Mushaf Utsmani.
Akan tetapi, Syi’ah memiliki keyakinan sendiri tentang Al-Qur’an yang seharusnya digunakan saat ini. Mereka menuduh telah terjadi perubahan, baik pengurangan maupun penambahan terhadap teks Al-Quran yang ada sekarang. Meskipun sebagian ulama Syi’ah ber-taqiyyah bahwa Al-Qur’an-nya sama, tapi fakta dalam kitab-kitab Syi’ah sendiri membuktikan tuduhan itu. Dalam kitab rujukan utama Syi’ah, Al-Kaafiy, dikatakan:
Dari Jabir Al-Ja’fi, ia berkata, “Saya pernah mendengar Abu Ja’far a.s. berkata, “Tidak ada seorang pun yang mampu menghimpun Al-Qur`an seluruhnya selengkap ketika diturunkan Allah, kecuali dia itu pendusta. Tidak ada seorang pun yang mampu menghimpun dan menghafalnya selengkap ketika diturunkan Allah, kecuali Ali bin Abi Thalib dan para Imam sesudah beliau.” (Ushul Al-Kaafiy, Jilid 1 hal. 284)
“Mushaf Fatimah itu ada dan tebalnya tiga kali lipat al-Qur’an kita, dan di dalamnya tidak ada satu huruf pun yang sama dengan al-Qur’an kita.” (Ushul Al-Kaafiy, Jilid 1 hal. 295)

Di samping kitab Al-Kaafiy, orang-orang Syi’ah juga berpedoman kepada kitab berjudul, Fashlul Khithab fi Itsbati Tahrif Kitabi Rabbil Arbab, karangan seorang ulama Syi’ah asal Najaf, Mirza Husein bin Muhammad Taqiy An-Nuri Ath-Thabrasi. Dalam kitab itu dijelaskan bahwa telah terjadi pengurangan wahyu di dalam Al-Qur‘an. Salah satunya adalah sebuah surah yang tidak ada di dalam Al-Qur‘an Mushaf Utsmani, yaitu Surah Al-Wilayah. Menurut Syi’ah, isi surah tersebut menerangkan tentang kedudukan Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah yang sah setelah Rasulullah SAW wafat.

Tentang Hadits Nabi SAW
Dalam ajaran Islam, para Ulama Ahlu Sunnah wal Jamaah telah sepakat bahwa yang disebut dengan Hadits adalah seluruh ucapan, perbuatan, dan taqrir (persetujuan) Rasulullah SAW.
Akan tetapi, Syi’ah menambah pengertian tentang Hadits Nabi SAW. Menurut Syi’ah, hadits adalah seluruh ucapan, perbuatan, dan taqrir (persetujuan) Rasulullah SAW, ditambah dengan seluruh ucapan para Imam mereka yang berjumlah 12 (dua belas) Imam. Bahkan, tidak semua hadits Nabi SAW mereka terima, meskipun derajatnya Shahih. Mereka hanya mau menerima hadits Nabi SAW, jika hadits tersebut diriwayatkan oleh Ahlul Bait. Dan yang dimaksud Ahlul Bait menurut Syi’ah adalah Ali bin Abi Thalib, Fathimah, Al-Hasan dan Al-Husein, serta keturunan mereka.     

Rabu, 16 Desember 2015

Turki Bergabung Dengan Aliansi Militer Negeri Islam Yang Digagas Raja Salman, Indonesia Malah Bersekutu Dengan Iran

Eramuslim.com – Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menuturkan bahwa koalisi negara Islam untuk melawan ISIS dan segala bentuk teror adalah jawaban bagi dunia. Sebuah jawaban tegas bagi mereka yang selalu menganggap Islam adalah agama teror.


“Fakta bahwa negara-negara Islam bersedia untuk berkontribusi untuk memerangi terorisme adalah jawaban terbaik untuk mereka yang mencoba untuk menghubungkan Islam dengan teror,” ucap Davutoglu, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (15/12), dikutipsindonews.
Sementara itu, Davutoglu menyatakan pihaknya mendapat tawaran langsung dari pemerintah Arab Saudi untuk bergabung dalam koalisi tersebut. Tanpa banyak pertimbangan, Turki memutuskan untuk terlibat dalam koalisi tersebut.

Selasa, 15 Desember 2015

Syiah Hizbullah Berduka Komandan Terpentingnya Tewas di Suriah

Hidayatullah.com—Kelompok teroris Syiah asal Libanon, Hizbullah, hari Senin (12/10/2015) menguburkan seorang komandan seniornya, yang disebut sebagai tokoh militer paling penting yang tewas dalam konflik Suriah yang telah berlangsung selama 4 tahun.


Hassan Al-Haj tewas di Provinsi Idlib di barat laut Suriah, di mana kelompok syiah bersenjata itu berperang melawan oposisi Suriah dengan bantuan dari Iran, dalam sebuah serangan ofensif guna mengukuhkan rezim Bashar Al-Assad. Serangan itu didukung oleh serangan udara Rusia, lapor Reuters.
Komandan Syiah Hizbullah itu dikuburkan dengan upacara militer di desa Al-Luwaizeh selatan Libanon pada hari Senin kemarin. Orang-orang yang menghadiri pemakamannya mengenakan seragam loreng militer. Peti mati berisikan mayat Al-Haj itu dikirim ke liang lahat diiringi tiupan terompet
“Dia adalah tokoh (Hizbullah) paling penting yang terbunuh dalam pertempuran di Suriah sejak awal perang,” kata seorang pejabat senior Libanon memberikan keterangan secara anonim.

Jumat, 11 Desember 2015

Milisi Syiah Ancam Serang Tentara Turki 'Penginvasi' Irak


BAGHDAD - Milisi Syiah yang memiliki hubungan dengan Iran mengancam akan menyerang pasukan Turki yang dikerahkan di Mosul, Irak Utara. Pemerintah Irak telah marah dan menganggap ratusan tentara Turki menginvasi Irak.
 
Baghdad telah minta NATO menekan Turki agar menarik ratusan tentaranya dari Mosul, wilayah Irak utara yang dikenal diduduki ISIS. Irak juga telah mengultimatum Turki agar menarik semua tentaranya dari Mosul dalam waktu 48 jam.
 
Ancaman dari milisi Syiah itu disampaikan Karim al-Nuri, juru bicara Brigade Badr,keompok koalisi terbesar milisi Syiah. Dia menyamakan ”invasi” tentara Turki di Mosul sama halnya dengan ulah kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang juga menduduki wilayah Irak utara itu.
 
Kami memiliki hak untuk merespons dan kita tidak mengecualikan jenis respon sampai Turki belajar dari pelajaran mereka, kata Nuri. Apakah mereka memiliki mimpi memulihkan kebesaran Ottoman? Ini adalah khayalan besar dan mereka akan membayar mahal karena arogansi Turki,” lanjut dia.

Kamis, 10 Desember 2015

“Komnas HAM Resmikan Agama Baru, Namanya Islam Syiah”

intelijen – Surat edaran yang dikeluarkan Wali Kota Bogor, Bima Arya, terkait pelarangan perayaan As-Syuro bagi kelompok Syiah di Bogor memunculkan polemik yang berkepanjangan.

Ironisnya, Komnas HAM membuat blunder terkait surat edaran tersebut. Komnas HAM mengeluarkan surat teguran bernomor 007/TIM-KBB/X-2015, yang ditujukan kepada Walikota Bogor.
Dalam surat tertanggal 27 Oktober 2015 itu, Komnas HAM mengeluarkan enam point sikap. Pada point lima tertulis: “Tindakan Walikota yang melarang perayaan hari besar keagamaan penganut Islam Syiah di Kota Bogor juga merupakan tindakan yang diskriminatif, karena telah memperlakukan mereka secara berbeda dari warga negara lainnya di Kota Bogor”.

Selasa, 01 Desember 2015

Kajian Hadits Ghadir Khum

TELAAH ATAS TULISAN :
HADITS GHADIR KHUM DHAIF?[1]
oleh : Dudung Ramdani, Lc

Hadits yang membahas tentang kejadian di Ghadir Khum memang sangat banyak jumlahnya, sehingga Imam Al-Albani harus meneliti jalur-jalur sanad hadits-hadits tersebut. Di dalam kitabnya, Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah jilid 4 hal. 343 Imam Al-Albani mengatakan bahwa Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan jika sanad-sanad hadits Ghadir Khum ada yang shahih dan ada pula yang hasan.
Imam Al-Albani mengutip perkataan Al-Hafizh Ibnu Hajar, dia berkata,
وَ قَدْ ذَكَرْتُ وَ خَرَّجْتُ مَا تَيَسَّرَ لِيْ مِنْهَا مِمَّا يَقْطَعُ الْوَاقِفُ عَلَيْهَا بَعْدَ تَحْقِيْقِ الْكَلَامِ عَلَى أَسَانِيْدِهَا بِصِحَّةِ الْحَدِيْثِ يَقِيْنًا، وَ إِلَّا فَهِيَ كَثِيْرَةٌ جِدًّا، وَ قَدِ اسْتَوْعَبَهَا ابْنُ عُقْدَةَ فِيْ كِتَابِ مُفْرِدٍ، قَالَ الْحَافِظُ ابْنُ حَجَرَ : مِنْهَا صِحَّاحٌ وَ مِنْهَا حَسَّانٌ.
“Telah aku sebutkan dan telah aku takhrij apa yang aku pandang mudah bagiku dari hadits-hadits tersebut supaya bisa meyakinkan seseorang yang menekuni hadits-hadits tersebut setelah ucapan-ucapan atas hadits-hadits tersebut diteliti dan dikoreksi sanad-sanadnya dengan memilih hadits-hadits shahih secara yakin, karena jika tidak, hadits-hadits tersebut sangat banyak jumlahnya. Juga Ibnu ‘Uqdah telah mengumpulkan hadits-hadits ini di dalam kitabnya tersendiri, dan telah berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar, ‘Sebagian hadits-hadits tersebut ada yang berderajat shahih dan sebagiannya lagi berderajat hasan.’ ” (Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah jilid 4 hal. 343).
Hadits Ghadir Khum tidak bisa dijadikan pijakan untuk menjadikan Ali t sebagai khalifah setelah Rasulullah r wafat dilihat dari beberapa alasan :

Senin, 16 November 2015

Untuk “Revolusi di Indonesia”, Pengungsi Syiah Asal Lebanon Stok 200.000 Pedang di Pekalongan?

AntiLiberalNews – Sebuah kesimpulan acara Tabligh Akbar di Masjid Agung Surakarta, Ahad (8/11/2015) dengan tajuk, “Terungkapnya Konspirasi Gelap Syiah dan Komunis PKI,” begitu mencengangkan. Para pemateri seperti Ust. Tengku Azhar, Ust. Mu’inudinillah, Ust. Andri dari Malang dan Ust. Habib Buya dari Jakarta satu suara bahwa ancaman Syiah itu nyata dan patut diwaspadai.
Koresponden AntiLiberalNews (ALN) melaporkan bahwa, Syiah berencana “mensuriahkan” Indonesia dalam waktu dekat, antara periode 2018-2020, bahkan bisa jadi lebih cepat dari tahun itu.
Berdasarkan data imigrasi, 10.000 orang Syiah dari Lebanon dan negara-negara lain sudah stanby di Indonesia. Bahkan, menurut sumber terpercaya, sejumlah 200.000 pedang sudah distok di daerah Pekalongan, Jawa Tengah.
Selain itu, pada tahun 2018 pentolan Syiah dari Iran selevel Khomaini akan datang ke Indonesia diikuti oleh 4.000 pelajar Indonesia yang bergelar magister (MA). Mereka akan ikut serta dalam revolusi di Indonesia.
Atas data-data valid tersebut, para pemateri berpesan, “Siapkan yang kalian mampu, baik itu tenaga (latihan fisik dll), harta atau minimal do’a.”
Semoga kita terhindar dari fitnah orang-orang yang ingin menghancurkan Islam. Semoga Alloh memberikan pertolongan dan kemenangan bagi Islam dan kaum muslimin dan semoga Dia mengalahkan musuh-musuh Islam. Jika Alloh mematikan kita, semoga kita dimatikan dalam kondisi sebaik-baiknya.Aamiiin yaa Rabbal ‘aalamiiin.
Red : Raihanah
http://www.antiliberalnews.com/2015/11/10/untuk-revolusi-di-indonesia-pengungsi-syiah-asal-lebanon-stok-200-000-pedang-di-pekalongan/ 

Rabu, 11 November 2015

(GP) Ansor Tolak Deklarasi Anti-Syiah di Purwakarta

NBCIndonesia.com - Gerakan Pemuda (GP) Anshor Purwakarta meminta Polres Purwakarta tidak mengeluarkan izin digelarnya deklarasi anti-syiah di Purwakarta, pada Jumat (13/11/2015).

Ketua GP Anshor Purwakarta Anwar Nasihin mengatakan, konflik syiah – sunni merupakan konflik timur tengah. Dengan digelarnya deklarasi itu, sama saja dengan menghadirkan konflik timur tengah di Purwakarta. “Maka dari itu, GP Anshor Purwakarta menilai, polisi harus mengkaji apakah layak izin itu dikeluarkan untuk deklarasi anti syiah,” ujar Anwar di Purwakarta, Minggu (8/11/2015).  Apalagi, kata dia, telah ada surat edaran Kapolri tentang ujaran kebencian (hate spech. Dalam edaran tersebut, polisi dituntut untuk responsif pterhadap gejala-gejala yang berpotensi menimbulkan tindak pidana ujaran kebencian. “Dan di Perbup Nomor 70 Tahun 2015 Tentang Desa Berbudaya juga mengatur soal larangan ceramah yang profokatif,” ujar Anwar.


Minggu, 08 November 2015

Iran Tidak Akan Pernah Menang

Syiahindonesia.com - Mari berpikir..



Iran tidak pernah tercatat dalam buku-buku sejarah manapun sebagai pemenang dalam sebuah peperangan

Mengapa?

Karena nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah mendoakan kehancuran untuk raja manapun kecuali raja persia

Beliau bersabda,
اللهم مزق ملكه

“Ya Allah robekkanlah kerajaan persia” (HR. Baihaqi)

Ketika raja persia telah runtuh, maka tidak akan ada raja persia selanjutnya

Rasulullah bersabda,

إِذَا هَلَكَ كِسْرَى فَلاَ كِسْرَى بَعْدَهُ

“Jika raja Persia telah runtuh, maka tidak akan mungkin ada kerajaan persia selanjutnya” (HR. Bukhari Muslim)

Lihat, Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah memberi
kabar untuk kita di jauh-jauh hari bahwasanya tidak akan mungkin ada kemenangan utuh bagi Iran


Maka sampai saat ini, tidak ada peperangan manapun yang dipimpin oleh Iran, bahwa mereka akan menang, Tidak akan ada...

# Lantas bagaimana Iran menghancurkan ummat islam?

Iran memiliki cara lain, mereka tahu, bahwa mereka tidak akan menang dalam peperangan jika mereka yang memimpin peperangan tersebut, karena telah ada kabar dari Rasulullah akan hal itu

Maka mereka memerangi kaum muslimin dari belakang...

Lihat, peperangan di Suriah.. Iran ikut menghancurkan kaum muslimin dari belakang Nushairiyyah yang dipimpin oleh Bashar Asad...

Lihat, di Libanon.. Iran ikut menghancurkan kaum muslimin dari belakang Hizbullat yang dipimpin oleh Hasan Nasrullah...

Lihat peperangan di Yaman.. Iran ikut menghancurkan kaum muslimin dari belakang Hutsiyyah...

# Apa yang ingin dipetik dari penggalan singkat ini?

Saya ingin memberikan sebuah pikiran untuk kaum muslimin, bahwa,

“Begitu pula dengan Indonesia. Iran berada dibalik orang-orang tertentu dalam menghancurkan kaum muslimin Indonesia. Mereka memang belum terlihat oleh sebagian orang, namun orang-orang cerdas akan melihatnya”

Sehingga kalau kaum muslimin Indonesia ingin mencari keamanan melalui iran, maka bergembiralah bahwa mereka sudah menyalakan bom waktu yang akan menghancurkan mereka sendiri...


Oleh: Muhammad Abdurrahman Al Amiry