Tampilkan postingan dengan label Kristologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 November 2015

Spanduk ‘Satu Kelurahan, Satu Gereja’ Dimas-Babai, Gegerkan Warga Depok

dakwatuna.com – Jakarta. Jelang digelarnya Pilkada Depok 9 Desember 2015, Warga Depok dikejutkan dengan adanya spanduk dukungan bikin gereja per satu kelurahan dengan memajang foto pasangan calon walikota-wakil walikota Depok Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi. Sontak saja spanduk itu membuat banyak warga bertanya mengenai kebenaran isi spanduk itu.



Pada spanduk itu bertuliskan ‘Haleluya…Puji Tuhan… Ayo Sukseskan Satu Kelurahan Satu Gereja’. Terdapat gambar gereja dan foto Dimas-Babai.
“Saya dapat foto spanduknya dari teman, katanya ada di Cilodong,” kata Tri, salah satu warga, Ahad (8/11/15) sebagaimana dirillis merdekacom.

Tim Kampanye Dimas-Babai, Rudi Setiawan mengaku kaget mendengar beredarnya spanduk itu. Selain di Cilodong, mereka juga mendapat spanduk itu berada di wilayah Sawangan, Cinere, dan Citayam.

Spanduk itu, tegas Rudi, bukan dipasang pasangan nomor urut satu itu. Sehingga dia pihaknya menegaskan itu merupakan fitnah terhadap Dimas-Babai. Sebab, spanduk bertulisan satu gereja per kelurahan dipasang pada lokasi masyarakatnya secara kultur, tingkat pendidikan, dan pengetahuan agamanya sangat kuat.

“Kita baru temukan 3 titik pemasangan spanduk, dan ada beberapa yang sudah dicopot. Tapi mungkin ada beberapa laporan pagi ini yang saya terima ternyata sudah banyak juga spanduk itu. Bicara Depok hari ini sama saja bicara indonesia, karena Kota Depok bukan hanya dimiliki oleh orang depok asli sendiri tetapi sudah heterogen,” kata Tim Kampanye Dimas-Babai, Rudi Setiawan.

Langkah selanjutnya, lanjut dia, temuan ini akan dilaporkan ke jalur hukum. Pihaknya mengaku sudah mengantongi satu nama yang diduga mencetak dan memasang spanduk tersebut.

“Saat ini ada beberapa tim yang mengkaji tentang ini dan melaporkannya ke pihak yang berwajib. Kita juga akan melaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu Kota Depok, agar bisa dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Tudinganpun langsung dialamatkan Rudi kepada pasangan Idris-Pradi. Rudim enduga pemasangan spanduk ini sudah menjadi ajang kampanye hitam pasangan lawan Dimas-Babai.
“Yang pasti yang memasang tim sukses dan simpatisan tim sebelah,” ucapnya. Ia mengatakan sejauh ini pasangan Dimas Babai sangat mendukung pluralitas dan kerukunan umat beragama.

Calon Wakil Wali Kota Depok nomor urut dua Pradi Supriatna membantah keras soal tudingan Calon Wakil Wali Kota Depok nomor urut satu Babai Suhaimi soal pemasangan spanduk Satu Kelurahan Satu Gereja.

“Tidak mungkin kita yang pasang itu. Kami ini menerapkan politik santun,” ujar Pradi saat dihubungi bisnis.com, Minggu (8/11/2015).

Pradi mengatakan Babai jangan asal tuding tanpa ada bukti jelas. Sebab, hal tersebut membuat iklim politik di Depok kian memanas. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri






Minggu, 25 Oktober 2015

PGI Kembali Surati Polri, Bela Gereja Liar di Aceh Singkil Tapi Diam Soal Tragedi Tolikara

Eramuslim.com – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) kembali menyurati Presiden Jokowi terkait persoalan di Aceh Singkil. Dalam surat tertanggal 22 Oktober 2015 ini, PGI menyampaikan keprihatinan atas abainya Negara dalam menjamin penegakkan hak-hak masyarakat dalam menjalankan ibadahnya.
“Melanjutkan Surat kami nomor 825/PGI-XVI/2015 tertanggal 15 Oktober 2015, yang memohon perhatian Bapak akan terjadinya pembakaran gereja di Aceh Singkil dan arus pengungsi yang mengikutinya, kami mempertanyakan komitmen Pemerintah RI terhadap mandat Konstitusi untuk melindungi segenap masyarakat (Pembukaan UUD 1945) dan untuk menjamin kebebasan beragama (Pasal 29 UUD 1945),” demikian surat PGI yang ditandatangani oleh Pendeta Dr. Henriette Hutabarat-Lebang Ketua Umum PGI dan Pendeta Gomar Gultom, MTh Sekretaris Umum PGI, sebagaimana dilansir dari website PGI, Jumat (22/10/2015).
Menurut PGI, muncul pertanyaan karena hanya tiga hari berselang surat yang pertama dikirim, aparat Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil membongkar paksa beberapa gereja yang ada di Aceh Singkil.
Terhadap rangkaian pertiwa itu, PGI menegaskan beberapa hal, pertama, masyarakat Pakpak sudah hadir di Aceh Singkil jauh sebelum Kemerdekaan RI, dan wilayah ini adalah daerah ulayat masyarakat adat Pakpak. Lebih kurang setengah dari masyarakat Pakpak adalah penganut agama Kristen dan olehnya mestinya mereka dilindungi oleh Negara dalam menjalankan bebebasannya beragama, termasuk untuk memiliki rumah ibadah atau gereja.

Selasa, 29 September 2015

Data Gereja di Bandung pada Laman Kemenag; 50 % Bodong dan 40 % Liar

BANDUNG (Arrahmah.com) – Data gereja di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat yang dipublikasi pada situs Jabar.Kemenag.go.id ternyata tidak valid. Setelah dicek di lapangan banyak dari alamat tersebut palsu, dan tidak terdapat fisik bangunan rumah ibadah Kristiani tersebut. Angkanya mencapai 50% di alamat gereja itu tidak didapati bangunannya alias bodong dan 40% lagi gereja liar.


“Ada yang alamat dan nama gerejanya ada tapi fisik gerejanya tidak ada. Seperti di Sanggar Indah Banjaran Kab. Bandung tertulis ada 3 gereja yakni gereja Bethel Indonesia, gereja Bethel Tabernakel dan gereja Methodis Indonesia, fakta dilapangan bohong besar, gak ada satupun gereja disana, ” kata Ustadz Deni Pinto aktivis PERSIS jama’ah Sanggar Indah Banjaran
Dia memprotes pihak Kemenag Jabar yang tidak valid menampilkan data. Protes tersebut awalnya disampaikan ke ORMAS Islam Gerakan Pagar Aqidah (GARDAH) yg spesial menangani Pemurtadan dan aliran sesat.

Minggu, 27 September 2015

Astaghfirullah, 14 Warga Aceh Dibaptis Jadi Pendeta

MEDAN (Arrahmah.com) – Astaghfirullah, kristenisasi semakin gencar di Serambi Mekah. Sebanyak 14 warga Aceh kini menjadi Pendeta di Medan, dan akan dikirim kembali ke Nangroe Aceh Darussalam (NAD) guna membaptis warga Aceh lainnya agar pindah ke Agama Kristen, sebagaimana dilaporkan Aceh Terkini, Senin (21/9/2015).


Sebagaimana pesan yang beredar melalui jaringan seluler Blackberry Messenger (BBM), sebanyak lima belas warga Aceh kini diduga menjadi pendeta di Medan. Mereka diduga berasal dari beberapa kabupaten seperti, Aceh Pidie, Aceh Utara dan Bireuen. Bahkan, salah satu di antara meraka telah mendapatkan jabatan dan kedudukan di salah satu geraja ternama di Medan.




Adapun nama-nama yang diduga kini diangkat menjadi Pendeta yakni:

  1. Pendeta Hasan Ibrahim S.Th.
  2. Pendeta Zaini, S.Th., sebagai pimpinan Gereja sejantera di Medan
  3. Pendeta Iskandar, S.Th.
  4. Pendeta Jafaruddin Adan, sedang mengikuti Kuliah di Sekolah Tinggi Teologi Abadi Bangsa, Jl. Medan Km 10
  5. Pendeta Abdullah S.Th.
  6. Pendeta Jamaluddin, S.Th.
  7. Pendeta Zainuddin, S.Th.
  8. Pendeta Anwar Ibrahim Puteh, S.Th.
  9. Pendeta Jamaluddin, S.Th.
  10. Pendeta Ahmad Mustafa, S.Th.
  11. Pendeta Evi Madalena
  12. Pendeta Rahmi
  13. Pendeta Muhammad Nur, S.Th.
  14. Pendeta Cut Hardianti

Rabu, 01 Juli 2015

Konsep NABI Menurut Kristen (Nabi Ya’kub AS)

[114] Konsep NABI Menurut Kristen (Nabi Ya’kub AS)
Tuesday, 12 November 2013 23:37 

Masih melanjutkan pembahasan yang lalu, kini kita akan membahas tentang Nabi Ya’kub AS Kita akan lihat, bagaimana Bibel sebagai kitab ‘suci’ umat Kristen membahas tentang mereka.

Nabi Ya’kub AS menurut Bibel

Kata Yakub kepada ayahnya: "Akulah Esau, anak sulungmu. Telah kulakukan, seperti yang bapa katakan kepadaku. Bangunlah, duduklah dan makanlah daging buruan masakanku ini, agar bapa memberkati aku." ....  Lalu kata Ishak kepada Yakub: "Datanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anakku Esau atau bukan."

Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya itu merabanya serta berkata: "Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau." Jadi Ishak tidak mengenal dia, karena tangannya berbulu seperti tangan Esau, kakaknya. Ishak hendak memberkati dia, tetapi ia masih bertanya: "Benarkah engkau ini anakku Esau?" Jawabnya: "Ya! ....  Setelah Ishak selesai memberkati Yakub, dan baru saja Yakub keluar meninggalkan Ishak, ayahnya, pulanglah Esau, kakaknya, dari berburu.

Asma Allah Hanya Untuk Umat Islam

[115] Asma Allah Hanya Untuk Umat Islam
Tuesday, 12 November 2013 23:38 

Beberapa waktu lalu, saudara seakidah kita di Malaysia bersyukur atas keputusan Pengadilan Tingkat Banding Malaysia yang menerima gugatan pemerintah terkait dengan larangan penggunaan kata Allah untuk kalangan Kristen. Salah satu pihak Kristen yang menyayangkan keputusan tersebut adalah media Katholik, The Herald, dan berencana untuk menempuh jalur hukum. Kita pun lantas menjadi bertanya-tanya, tepatkah penggunaan kata “Allah” sebagai nama tuhan di kalangan non-Islam, utamanya Kristen?

Penyebutan Nama Tuhan di Berbagai Wilayah di Dunia

Penyebutan nama tuhan oleh kaum Zulu di Afrika Selatan barangkali cukup mengagetkan kita. Tuhan Yang Maha Kuasa mereka sebut dengan istilah “Umvelingangi”, yang apabila dilafalkan secara tepat akan terdengar seperti “Walla-hu-gani” atau “Dan Allah Maha Kaya”. Di Hindi, kata untuk menyebut Tuhan Yang Maha Kuasa adalah “Pramatma”. Dalam bahasa Sanskrit, “Atma” berarti jiwa, dan “Pram-atma” bermakna Jiwa Besar dan Suci, atau Jiwa Suci. Sementara itu, konsep Barat (Anglo-Saxon dan Teuton) mendefinisikan tuhan dengan sebutan GOD (Inggris), GOT (Afrikaans), GOLT (Jerman), GUDD (Danish, Swedia, Norwegia).  Bangsa Latin menyebut nama tuhan dengan sebutan “Deus”, dan bangsa Israel menyebut nama tuhannya dengan sebutan “EL” atau Adonai. Bangsa Yahudi juga dikenal menyebut tuhannya dengan istilah “Yahweh” (YHWH).

Yesus Tidak Pernah Mengajarkan Penebusan Dosa

[116] Yesus Tidak Pernah Mengajarkan Penebusan Dosa
Tuesday, 14 January 2014 11:59 

Tulisan sebelumnya mengungkapkan bahwa hampir semua nabi yang disebut dalam Bibel digambarkan sebagai sosok yang melakukan dosa-dosa besar, seperti penipuan, perzinaan,  inses,  pengkhianatan,  menyembah berhala dan penghujatan.

Jika semua nabi dalam Bibel dikatakan sebagai manusia yang bermaksiat, tidak bermoral, dsb, lalu bagaimana dengan Nabi Isa as? Nabi Isa as yang disebut sebagai Yesus dalam Bibel ternyata digambarkan sebagai sosok mulia, santun, baik hati, ramah dan rela mengorbankan nyawanya sebagai penebus dosa untuk menyelamatkan seluruh umat Kristen.

Tapi pembuktian di bawah ini menunjukkan tidak pernah Yesus menjanjikan penebusan dosa kepada murid-muridnya. Bahkan semua nabi-nabi sebelum Yesus pun tidak pernah ada yang memperkenalkan konsep penebusan dosa! Lalu konsep ini dari mana?

Dalam Perjanjian Baru

Bagi umat Kristen, meyakini Yesus sebagai korban penebusan dosa adalah sertifikat bagi keselamatan manusia keturunan Adam  agar terhindar dari kebinasaan kekal di dalam neraka kelak. Yesus dianggap sebagai juru selamat bagi mereka.

Ibadah Hari Minggu, Adakah Perintahnya?

[117] Ibadah Hari Minggu, Adakah Perintahnya?
Wednesday, 19 February 2014 07:21 

Mungkin kesannya pertanyaan ini remeh. Tapi mari kita kupas. Masalah ibadah adalah masalah penting yang harusnya memiliki dasar/dalil yang cukup kuat. Karena melakukan ritual ibadah wajib secara terus menerus tanpa dalil atau perintah dari Allah, merupakan ibadah yang sia-sia.

Umat Kristen melakukan ibadah di hari Minggu secara terus menerus dan kontinyu. Bahkan kita mengenal hari Minggu/Sunday adalah hari ibadah umat Kristen. Apakah yang mereka lakukan selama ini benar-benar punya dalil atau dasar yang kuat dari kitab suci kita, ataukah itu hanya berasal dari perintah manusia biasa atau pendapat para pemimpin agamanya, kemudian mewajibkan para pengikutnya untuk melakukannya.

Kalau hal seperti itu yang terjadi, kemudian diikuti oleh para pengikutnya, maka itu berarti yang mereka ikuti adalah ajaran manusia, bukan ajaran Allah.

Sebenarnya jika benar-benar mengikuti Bibel, maka hari peribadatan itu ialah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu! Hari inilah (Sabat) yang ada dalilnya dalam Bibel, bahkan perintah untuk memelihara, menjaga dan mengkuduskannya, jelas sekali ada tertulis di dalam Bibel itu sendiri.

Arius Penentang Penuhanan Yesus

[123] Arius Penentang Penuhanan Yesus
Friday, 04 April 2014 23:43 

Di tulisan yang lalu saya menceritakan tentang Sejarah Konsili Nicea. Sedikit mengingat apa yang telah saya sampaikan, Konsili Nicea adalah konsili yang mengundang 1800 utusan dari gereja-gereja Barat dan Timur. Mereka yang hadir terdiri atas, 1000 orang yang berasal dari Gereja Timur dan 800 dari Gereja Barat.

Namun mayoritas undangan mempunyai pandangan yang sama dengan Arius, yakni meyakini Yesus (Isa as) adalah seorang nabi, manusia biasa. Akhirnya Konstantin mengusir keluar 1482 uskup dan tersisa 318 uskup yang boleh mengikuti persidangan. Dan dari 318 uskup tersebut hanya 2 orang pengikut Arius.

Siapakah Arius?

Arius (250-336 M) adalah salah seorang murid utama Lucian berbangsa Libya yang juga bersama-sama dengan gurunya menegakkan ajaran tauhid kepada Allah. Arius merupakan seorang presbyter (ketua majelis agama/gereja) di gereja Baucalis Alexandria, salah satu gereja tertua dan terpenting di kota itu pada tahun 318 M.

Yesus Bukan Kristen

[124] Yesus Bukan Kristen
Saturday, 19 April 2014 23:54 

Judul ini pasti membuat rasa penasaran bagi umat Islam, ‘kalau bukan Kristen, lalu apa?’. Atau jika yang membaca umat Kristen, pasti menuai sikap kontroversi. Walaupun demikian, siapa yang membaca semoga membuka wawasan, menuntun pada kebenaran.

Semua pengikut Yesus pasti mengakui bahwa mereka beragama Kristen. Tetapi apakah ada di antara mereka bisa memberikan bukti atau menunjukkan ayat-ayat yang tertulis di dalam Bibel bahwa Yesus beragama Kristen?


Akan sangat mengejutkan bahwa ternyata dalam Bibel, sama sekali tidak akan kita jumpai pengakuan Yesus bahwa dia beragama Kristen. Jika Yesus bukan beragama Kristen, lalu apa agama Yesus? Dan jika Yesus bukan beragama Kristen, mengapa orang-orang yang mengaku pengikut Yesus beragama yang bukan agama Yesus?

Nabi Ibrahim Dan Keturunannya Melaksanakan Khitan

[125] Nabi Ibrahim Dan Keturunannya Melaksanakan Khitan
Tuesday, 13 May 2014 01:37 

Abu Deedat

Nabi Ibrahim atau Abraham dalam agama Kristen  dikenal sebagai bapak  orang yang beriman. Sedangkan di dalam agama Islam, Ibrahim dikenal sebagai  bapak para nabi.  Juga Ibrahim merupakan nenek moyang  dari Bani Ismail yang dikenal sebagai bangsa Arab dan nenek moyang Bani Israel/bangsa Israel.

Akhir-akhir ini  para Misionaris  Kristen, dan kaum liberalis, pluralis menyatakan bahwa Ibrahim membawa  tiga  agama; yaitu  Yahudi, Nasrani dan Islam. Pandangan seperti ini dibantah oleh Alquran  ( QS. 3 : 67  dan 2 : 132 ), yaitu  Ibrahim bukanlah Yahudi dan bukan pula Nasrani melainkan yang lurus dan seorang Muslim juga tidak termasuk orang musyrik.  Nabi Ibrahim dan begitu juga Ya’kub mewasiatkan kepada anak-anaknya peganglah agama ini dan jangan kamu mati kecuali dalam memeluk Islam.

Mana di antara dua agama, Kristen atau Islam yang mengikuti millah Ibrahim, dan  siapakah  yang konsisten mengikuti syariat nabi Ibrahim, antara lain tentang  ajaran khitan? Yang  masih menjalankan syariat Ibrahim  adalah umat Islam, bukanlah kaum Kristen.  Mari kita kaji tentang perintah untuk melaksanakan khitan di bawah ini.

Emansipasi Wanita Dalam Bibel

[126] Emansipasi Wanita Dalam Bibel
Monday, 19 May 2014 23:33 

Kembali lagi kita berjumpa di bulan April, bulan yang yang dijadikan kaum Feminis untuk mengampanyekan opini-opini emansipasi wanita. Apa itu emansipasi? Emansipasi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha untuk mendapatkan hak politik maupun persamaan derajat di bidang sosial. Dan umumnya istilah ini dipakai dalam konteks antara wanita dan laki-laki.

Lalu bagaimana sejarah munculnya emansipasi wanita? Gerakan emansipasi wanita muncul dari Barat. Dalam sebuah Ensiklopedia, kutipan sebuah hasil rapat dua konferensi kegerejaan mengenai wanita yang dilaksanakan di Roma tahun 582 M mengeluarkan komunike:

”Wanita adalah mahluk yang tidak mempunyai jiwa dan oleh sebab itu selamanya tidak akan menikmati taman Firdaus dan tidak masuk kerajaan langit. Wanita adalah kekejian perbuatan setan, tidak ada hak bicara dan tertawa dan tidak boleh memakan daging, bahkan setinggi-tingginya hak dia adalah menghabiskan semua kesempatan untuk melayani laki-laki tuannya, atau menyembah Tuhan Allah”. (Encyclopedie La Rousse, kata Femme).

Strategi Ampuh Kristenisasi Lewat Pacarisasi

[127] Strategi Ampuh Kristenisasi Lewat Pacarisasi
Thursday, 22 May 2014 13:39 

Abu Deedat Syihab, MH

Wakil Ketua KDK-MUI Pusat


Kaum misionaris dan zending Kristen tidak pernah lelah dalam misi memurtadkan umat Islam dengan alasan melaksanakan amanat agung Yesus di dalam Matius  pasal 28 ayat 19: “ Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Dengan alasan ayat tersebut,  ke mana  saja pergi  misionaris harus membaptis orang.  Dan ini pula yang dipakai untuk menjerat seorang Muslimah dengan memacarinya lalu dihamilinya sebagaimana pengakuan seorang Muslimah yang tertipu oleh kelicikan seorang misionaris Katolik yang mengacu kepada perintah ilahi di dalam Injil Matius 10: 16  sebagai berikut :

“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”