Tampilkan postingan dengan label Bahai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Maret 2015

AWAS, BAHAI HIDUP KEMBALI DI IRAK

BAHAI HIDUP KEMBALI DI KURDISTAN IRAK
Oleh DR. Fursat Mar’ie
(diterjemahkan oleh Dudung Ramdani, Lc dari Majalah Al-Mujtama edisi nomer 2058, 22-28 Juni 2013 Tahun ke-44, hal. 34-38, semoga Alloh SWT merahmatinya dan kedua orangtuanya, alloohumma aamiin)

Bahai adalah sebuah gerakan kebatinan yang muncul di Iran, yang berasal dari Syiah sekte Dua Belas Imam, yang merupakan penerus dari gerakan kebatinan yang muncul di Iran sebelumnya: Seperti sekte Syaikhiyyah, Kasyafiyyah dan Babiyyah, dengan dukungan dari Rusia pada awal kemunculannya, kolonial Inggris, dan Yahudi di kemudian harinya dengan tujuan untuk merusak agama Islam, memecah belah persatuan umat Islam dan mengalihkan mereka dari prinsip-prinsip dasar (aqidah) Islam.

Bahai ini berhubungan erat dengan wilayah Kurdistan di Iraq, seperti yang akan kami terangkan di dalam penjelasan sejarah ini, yaitu ketika Bahai berusaha untuk kembali ke wilayah Kurdistan untuk yang kedua kalinya dengan memanfaatkan dari kondisi perpolitikan yang tidak menguntungkan (tidak kondusif/kacau balau).

Bahai didirikan oleh Mirza Husain Ali Al-Mazindrani yang bergelar Bahaullah yang lahir pada tahun 1817 M. Orangtuanya merupakan tuan tanah. Mirza Husain ini sering membaca buku-buku Tasawuf dan buku-buku sekte Syaikhiyyah dan juga ajaran Ibnu Arabi, Abdulkarim Al-Jiliy dan juga para penyair senior Persia. Mirza Husain percaya kepada ajaran kesatuan agama dan wihdatul wujud (ajaran yang menyatakan bahwasanya Allah SWT bisa bersatu dengan makhluk-Nya, penerj) yang akhirnya pencetus ajaran wihdatul wujud ini berkata bahwa semua kewajiban ibadah bisa runtuh karenanya (setelah terjadi wihdatul wujud maka tidak wajib menjalan syariat agama, penerj) dan juga bisa menghilangkan syiar-syiar agama. Kemudian Al-Baha mulai mengumumkan dakwahnya di sebuah kebun yang bernama As-Saray (Kebun Keridhaan) di Baghdad pada tahun 1863.