PBB meningkatkan tekanan terhadap pemerintah negara-negara Asia Tenggara yang selama ini enggan menyelamatkan para pengungsi dan migran yang terkatung-katung di laut, setelah penindakan keras terhadap penyelundup manusia.
Sebuah pernyataan bersama koalisi badan-badan PBB hari Selasa (19/5) secara langsung mengimbau para pemimpin Indonesia, Malaysia dan Thailand agar mengubah kebijakan mereka menolak kapal-kapal penuh pengungsi yang putus asa.
“Kami sangat prihatin atas laporan-laporan bahwa kapal-kapal penuh perempuan, lelaki dan anak-anak yang rentan tidak dapat mendarat dan terkatung-katung di laut tanpa memiliki makanan, air dan bantuan medis yang sangat diperlukan,” sebut pernyataan itu.
Ketiga negara itu mendapat kecaman internasional karena menolak kapal-kapal migran dalam beberapa hari belakangan, karena khawatir pantai mereka akan penuh sesak jika pengungsi dari Myanmar dan Bangladesh diizinkan mendarat di sana.
Mengutuk Negara Asean
Sebelumnya, PBB mengutuk negara-negara Asia Tenggara, yang menolak menyelamatkan ribuan Muslim Rohingya yang terombang-ambing di tengah laut.











