Tampilkan postingan dengan label Akhlaq Mulia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlaq Mulia. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2015

Semoga Aceh Dirahmati Alloh SWT karena Menolong Umat Nabi Muhammad Bangsa Rohingya...


PBB meningkatkan tekanan terhadap pemerintah negara-negara Asia Tenggara yang selama ini enggan menyelamatkan para pengungsi dan migran yang terkatung-katung di laut, setelah penindakan keras terhadap penyelundup manusia.


Sebuah pernyataan bersama koalisi badan-badan PBB hari Selasa (19/5) secara langsung mengimbau para pemimpin Indonesia, Malaysia dan Thailand agar mengubah kebijakan mereka menolak kapal-kapal penuh pengungsi yang putus asa.

“Kami sangat prihatin atas laporan-laporan bahwa kapal-kapal penuh perempuan, lelaki dan anak-anak yang rentan tidak dapat mendarat dan terkatung-katung di laut tanpa memiliki makanan, air dan bantuan medis yang sangat diperlukan,” sebut pernyataan itu.

Ketiga negara itu mendapat kecaman internasional karena menolak kapal-kapal migran dalam beberapa hari belakangan, karena khawatir pantai mereka akan penuh sesak jika pengungsi dari Myanmar dan Bangladesh diizinkan mendarat di sana.

Mengutuk Negara Asean

Sebelumnya, PBB mengutuk negara-negara Asia Tenggara, yang menolak menyelamatkan ribuan Muslim Rohingya yang terombang-ambing di tengah laut. 

Kamis, 21 Mei 2015

Muslimin Rohingya Lebih Memilih Tinggal di Aceh daripada Kembali Ditindas di Myanmar

ACEH (voa-islam.com) – Kamis (21/05/15) muslimin Rohingya yang sampai di Aceh, Indonesia, menegaskan bahwa mereka tidak ingin kembali ke Myanmar karena takut akan kesalamatan hidup mereka.

Abdul Razaq, salah seorang muslim Rohingya yang ditempatkan di Langsa, Aceh berkata, “Saya tidak mau kembali lagi ke negeriku (Myanmar) selamanya, dimana rumahku dibakar. Dan teman-teman di sana rumahnya pun dibakar. Begitu juga ibuku mati karena dibakar. Saya mau tingga di sini (Aceh)” tuturnya.

Abdul Razaq menyebutkan, sekitar 800 orang bermigrasi dari Bangladesh dan Myanmar menumpangi tiga kapal perahu dalam perjalanan “harapan” akan tiba Malaysia dan Thailand untuk bisa mendapatkan pekerjaan.

Mereka ditelantarkan di pantai daerah Aceh dengan kondisi kehabisan bahan bakar dan mereka tinggal lebih dari dua bulan di tengah lautan setelah mendapat penolakan dari Malaysia dan Thailand.

Abdul razaq menuturkan bahwa Indonesia memihak mereka dan bahwasanya penduduk Aceh memperlakukan mereka dengan baik. “Saya tidak ingin kembali ke negeriku. Itu sangat bahaya bagi keselamatanku. Mungkin saya akan dibunuh” ujar Abdul Razaq.[hanif/arakan]

Beginilah Cara Muslim Myanmar Balas Biksu Budha

Dalam dua tahun terakhir, citra biksu Budha Myanmar identik dengan provokator penyebar kebencian dan pembantaian terhadap umat Islam. Meskipun tidak semua biksu terlibat gerakan 969, Wirathu dan kawab-kawan telah mengubah wajah pelontos biksu menjadi beringas dan menakutkan.

Lalu bagaimana umat Islam membalas kekejaman biksu-biksu Myanmar itu? Sebuah laman facebook yang menyerukan penghentian pembunuhan Muslim Myanmar mengunggah foto-foto interaksi umat Islam dan biksu Budha. Dalam foto-foto itu terungkap bagaimana Muslim Myanmar memperlakukan para biksu dengan baik.

Diantaranya, terlihat umat Islam memberikan sedekah kepada para biksu Buddha. Di bagian lainnya, terdapat keakraban antara ulama dengan biksu yang sedang menghadiri suatu acara.

Foto yang diunggah di laman Facebook STOP Killing Muslims in Burma itu diberi judul "How Muslims handle with Buddhist monks. So why you hate them?" oleh pengelolanya.
Interaksi umat Islam - biksu Budha di Myanmar

Sayangnya, persahabatan yang terlihat di foto tersebut ternyata berbanding terbalik dengan realitas di Myanmar. Polisi Myanmar melaporkan, Selasa (30/4) kemarin, kerusuhan antar umat Muslim dengan mayoritas Buddha muncul di kawasan komersial kota Oakkan. Kota ini berjarak 100 kilometer utara Yangon, ibu kota Myanmar.

Sekelompok umat Budha bersenjatakan batu merusak masjid dan kemudian menghancurkan puluhan toko kaum muslim. Seperti dilansir Republika, pemicu kerusuhan ini hanya karena adanya isu seorang perempuan Muslim sengaja menabrak biksu Budha yang sedang meminta di jalan. [AM/Rpb/bsb]

Senin, 18 Mei 2015

Alhamdulillah, Muslim Rohingya Diizinkan Tinggal di Indonesia







 



ACEH (voa-islam.com)- Alhamdulillah. Setelah terkatung-katung di perairan laut lepas, akhirnya muslim Rohingya diberikan izin tinggal di Aceh, Indonesia. Walaupun Indonesia tidak masuk dalam anggota konferensi tentang pengungsian tahun 1952, namun menurut Menteri Luar Negeri, melalui Jubir Armanatha Nasir pemrintah dapat menerapkan non-refoulement.

Pada hari Minggu teradapat 582 Rohingya yang terdampar di Aceh, Indonesia walaupun bukan anggota konferensi tentang pengungsi tahun 1951, Indonesia menerapkan non-refoulement,” ujar Juru Bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir ketika ditemui wartawan di Jakarta seperti yang dikutip dari laman Atjehcyber, Rabu (13/5/2015).

Non-refoulement adalah prinsip di mana sebuah negara tidak boleh mengembalikan atau mengusir para pengungsi yang tiba di negara mereka.

Kamis, 07 Mei 2015

RAHASIA DOA IBU

Syaikh Mahmud Al Mishri menceritakan kisah ini dalam bukunya, Sa’atan Sa’atan. Sebuah kisah ajaib yang bukan hanya membuat takjub orang-orang yang menyaksikannya langsung di tempat kejadian, tetapi juga membuat kagum orang-orang yang membacanya.

Jalan raya Arab Saudi yang mulus membuat kendaraan-kendaraan seakan beradu cepat di jalanan. Baik mobil pribadi maupun truk-truk besar seperti berlomba segera tiba di tujuan. Tiba-tiba, sebuah mobil pribadi masuk ke bawah sebuah truk besar. Seketika itu juga, terlihat api menyala. Kecelakaan hebat terjadi disertai kebakaran.

Untungnya, banyak orang berada di sekitar tempat kejadian perkara. Para pengendara juga berhenti. Mereka berhamburan ke arah kecelakaan dan berupaya menyelamatkan pengendara mobil itu.