Minggu, 08 Juli 2018

ISLAM NUSANTARA DAN BANTAHANNYA




ISLAM NUSANTARA DAN BANTAHANNYA
oleh: M. Amin Djamaluddin

Di Indonesia muncul konsep Islam Nusantara yang di antaranya didukung oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dengan mengatakan, NU akan terus memperjuangkan dan mengawal model Islam Nusantara. Konon, konsep Islam Nusantara adalah Islam yang penuh sopan santun, Islam yang penuh tata krama, dan yang penuh toleransi.
Konsep Islam Nusantara ini mendapatkan banyak penolakan dan bahkan dianggap sesat dan menyesatkan, di antaranya ditolak oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziq Sihab.
Dengan tegas beliau menyatakan bahwa JIN (Jemaat Islam Nusantara) merupakan paham yang sesat dan menyesatkan, serta bukan dari ajaran Islam, sehingga wajib ditolak dan dilawan serta diluruskan. Beliau memberikan 8 alasan kenapa beliau menolak konsep Islam Nusantara, di antaranya :
  1. Bagi JIN bahwa Islam di Indonesia adalah “pendatang” dari Arab yang “numpang”, bukan agama “asli” bangsa Indonesia.
  2. Islam sebagai pendatang dari Arab harus tunduk dan patuh kepada Indonesia selaku pribumi, sehingga Islam harus siap “dipribumisasikan” agar tunduk kepada budaya setempat.
  3. Islam yang ada di Indonesia selama ini adalah “Islam Arab”, sehingga budaya Nusantara terancam dan tergerus oleh Arabisasi.
  4. Ambil Islam dan dan buang Arabnya.
  5. Ambil Islam dan buang jilbab.
  6. Ambil Islam dan buang ucapan salamnya.
  7. Ambil tilawah Al-Qur`an dan buang langgam Arabnya.
  8. Ambil Al-Qur`an dan buang bahasa Arabnya.

Konsep Islam Nusantara : Ambil Islam dan dan buang Arabnya.
Di dalam Harian Rakyat Merdeka, dengan judul, NU & Warna Islam Nusantara, Jumat 31 Juli 2015 Budi Rahman Hakim menulis sebuah catatan sebagai berikut, ”NU juga dihadapkan mampu merawat wajah dan ekspresi Islam Indonesia yang berbeda dengan Timur Tengah. Gagasan Islam Nusantara bukanlah di tingkat wacana namun sudah di level realita. Sebuah gerakan yang melindungi campur aduknya Arab dan Islam. Islam bukanlah Arab, sebaliknya. Islam yang rohmatan Lil ’alamien.”
Kalau kita menelaah Al-Qur`an, terdapat banyak sekali dalil yang menegaskan bahwa Islam adalah agama yang universal. Agama Islam bukan untuk bangsa Arab saja. Akan tetapi, agama Islam adalah untuk semua umat manusia sedunia. Di dalam Al-Qur`an Allah SWT menegaskan,
ﮥﮦﮧﮨﮩﮪﮫﮬﮭﮮﮯﮰﮱ
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,” (QS Saba [34]: 28)


Allah SWT juga berfirman,
ﮢﮣﮤﮥﮦﮧﮨﮩﮪﮫﮬﮭﮮ
 “Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, yaitu Allah yang memiliki kerajaan langit dan bumi,” (QS Al-A’raf [7]: 158)
Allah SWT juga berfirman,
ﮐﮑﮒﮓﮔﮕ
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam,” (QS Al-Anbiya [21]: 107)
Rasulullah SAW juga telah bersabda, bahwa beliau itu walaupun berasal dari bangsa Arab, akan tetapi beliau diutus untuk semua umat manusia. Jabir bin Abdullah RA mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,
أُعْطِيتُ خَمْساً لَمْ يُعْطَهُنَّ نَبِىٌّ قَبْلِى : كَانَ النَّبِىُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ كَافَّةً…
“Aku diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada para nabi sebelumku, nabi terdahulu diutus untuk kaumnya saja, sedangkan aku diutus untuk semua umat manusia…” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Beliau juga mengatakan,
وَبُعِثْتُ إِلَى كُلِّ أَحْمَرَ وَأَسْوَدَ…
“Aku diutus kepada semua yang berkulit merah dan berkulit hitam…” (HR Muslim dan Ahmad).
Jadi, Islam itu memang bukan untuk bangsa Arab, meskipun berasal dari Arab. Akan tetapi, kita harus mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah orang Arab. Al-Qur`an, Allah SWT telah menurunkannya berbahasa Arab. Hadits-hadits Rasulullah SAW juga disampaikan dalam bahasa Arab, dll.
Sebenarnya ungkapan ambil Islam dan buang Arabnya bukan mempersoalkan tempat lahirnya Islam, akan tetapi ini lebih kepada persoalan menggugat agama Islam. Arab dan Islam memang tidak bisa dipisahkan. Hal ini dikarenakan ketika Allah SWT mengutus seorang nabi di sebuah tempat, pasti Allah SWT akan menggunakan bahasa yang bisa difahami oleh umat yang hidup dengan utusan Allah SWT tersebut. Sehingga tidak mungkin ketika Allah SWT mengutus seorag utusan-Nya di jazirah Arab, kemudian Allah SWT menurunkan wahyu-Nya dalam bahasa asing dengan tujuan supaya Allah SWT netral tidak memihak kepada sebuah bahasa tertentu. Tentu hal ini terdengar sangat aneh. Allah SWT berfirman,
ﮖﮗﮘﮙﮚﮛﮜﮝﮞ
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka,” (QS Ibrahim [14]: 4).
Andai saja Islam diturunkan di Pulau Jawa, tentu Al-Qur`an akan diturunkan berbahasa Jawa, dan Nabi-Nya pun berasal dari Jawa.
Saat ini, sebagian kaum muslimin di Indonesia ingin membentuk sebuah agama baru yaitu agama Islam Nusantara yang berbeda dengan Islam yang datangnya dari Arab. Kita pun bertanya, dari mana sumbernya Islam Nusantara ini? Apakah mempunyai kitab suci sendiri dan nabi sendiri? Sedangkan sumber hukum dalam Islam yang datangnya dari Arab adalah Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah SAW; baik ucapan, perbuatan serta taqrir/persetujuannya Rasulullah SAW.

 Konsep Islam Nusantara : Ambil Islam dan Buang Salamnya.
Islam memiliki ajaran yang sangat mulia dan indah. Ketika dua orang muslim bertemu, maka setiap muslim diperintahkan untuk saling mengucapkan salam, dengan ucapan ’assalaamu’alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh.’
Ketahuilah, sesungguhnya isi dari kalimat salam tersebut adalah doa agar saudara kita diberi keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah SWT. Adakah ajaran agama lain yang seindah ini?
Akan tetapi, apakah Islam Nusantara mengucapkan selamat pagi, sore dan malam? Islam telah memberikan penjelasan bahwa jika ada seorang muslim yang rajin mengucapkan salam kepada sesamanya, maka dia akan mendapatkan pahala. Di antara keutamaannya sebagaimana disebutkan ‘Ammar bin Yasir,
ثَلاَثٌ مَنْ جَمَعَهُنَّ فَقَدْ جَمَعَ الإِيمَانَ الإِنْصَافُ مِنْ نَفْسِكَ ، وَبَذْلُ السَّلاَمِ لِلْعَالَمِ ، وَالإِنْفَاقُ مِنَ الإِقْتَارِ.
“Tiga perkara yang apabila seseorang memiliki ketiganya, maka akan sempurna imannya; bersikap adil pada diri sendiri, mengucapkan salam kepada alam (setiap muslim), dan berinfak ketika kondisi susah.” (HR. Al-Bukhari)
عنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلَامٍ قَالَ: لَمَّا قَدِمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِيْنَةَ ، اِنْجَفَلَ النَّاسُ إِلَيْهِ ، وَقِيْلَ : قَدِمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَجِئْتُ فِي النَّاسِ لِأَنْظُرَ إِلَيْهِ ، فَلَمَّا اسْتَبَنْتُ وَجْهَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَرَفْتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهٍ كَذَّابٍ ، فَكَانَ أَوَّلَ شَيْءٍ تَكَلَّمَ بِهِ أَنْ قَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوْا السَّلَامَ ، وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ ، وَصِلُوْا الْأَرْحَامَ ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ.
“Dari ‘Abdullah bin Salam, ia berkata, “Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, orang-orang segera pergi menuju beliau (karena ingin melihatnya). Ada yang mengatakan, Rasulullah SAW telah datang, lalu aku mendatangi kerumunan manusia untuk melihatnya. Ketika aku melihat wajah Rasulullah SAW, maka aku mengetahui bahwa wajahnya bukanlah wajah seorang pembohong. Maka yang pertama kali beliau ucapkan adalah, ‘Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”
(HR At-Tirmidzi).
Di dalam Al-Qur`an, Allah SWT berfirman,
ﯿﰀﰁﰂﰃﰄﰅﰆﰈﰉﰊﰋﰌﰍﰎﰏ
”Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu,” (QS Annisa [4]: 86).
Kita sudah mengetahui bahwa salamnya Islam yaitu,
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ.
“Semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan Allah senantiasa tercurah atas kalian.”
Jika salamnya Islam Nusantara itu ucapan selamat pagi, selamat siang, selamat sore dan selamat malam, maka orang-orang yang mengucapkannya tidak akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Di dunia ini, tidak ada ucapan salam sebagus  ucapan salam yang diajarkan oleh Islam, yang berisi mendoakan keselamatan, rahmat dan keberkahan di antara sesama muslim jika saling bertemu. 

Konsep Islam Nusantara : Ambil Al-Qur`an dan buang bahasa Arabnya.
Menurut Islam Nusantara bahwa membaca Al-Qur`an tidak mesti dengan bahasa Arabnya. Apakah kitab suci Al-Qur`an yang ditulis dengan bahasa Indonesia, umat Islam Indonesia bisa langsung menyimak dan memahami makna dan arti ayat-ayat yang sedang dibacanya?
Konsep yang diusung oleh Islam Nusantara ini sama persis dengan konsep para penjajah yang ingin melenyapkan Al-Qur`an. Bedanya, para penjajah ingin umat Islam supaya tidak memahami kandungan Al-Qur`an, maka mereka melarang menerjemahkan Al-Qur`an. Sedangkan Islam Nusantara, mereka melarang membaca Al-Qur`an dengan teks aslinya yaitu teks berbahasa Arab dan memperbolehkan membaca terjemahnya saja dan tulisan ayat Al-Qur`an dengan bahasa Indonesia. Jadi jelas sudah, bahwa yang diserang oleh Islam Nusantara sebenarnya bukan Arab, tapi Islam dan kitab sucinya yaitu Al-Qur`an.
Padahal, dengan sangat jelas bahwa Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca Al-Qur`an dengan teks Arabnya, karena setiap huruf memiliki satu pahala kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya.
Dari Abdullah bin Mas’ud RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ، فَلَهُ حَسَنَةٌ وَ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُوْلُ آلم حَرْفٌ وَ لَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَ لَامٌ حَرْفٌ وَ مِيْمٌ حَرْفٌ.
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miin itu satu huruf, tetapi Alif itu satu huruf, dan Laam itu satu huruf dan Miim itu satu huruf.” (HR. At Tirmidzi)
Banyak ayat, Allah SWT telah menegaskan bahwa Al-Qur`an itu diturunkan dengan memakai bahasa Arab, bahasa terbaik di muka bumi ini.
Allah SWT berfirman,
ﮩﮪﮫﮬﮭﮮﮯ
”Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Qur'an berbahasa Arab, agar kamu mengerti.” (QS Yusuf [12]: 2)
ﰃﰄﰅﰆﰇﰈﰉﰊﰋﰌﰍﰎﰏﰐﰑ
”Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur`an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menjelaskan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al-Qur`an itu memberi pengajaran bagi mereka.” (QS Thaha [20]: 113)
ﯣﯤﯥﯦﯧﯨﯩﯪ
”(Yaitu) Al-Qur`an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertakwa.” (QS Az-Zumar [39]: 28)
ﭘﭙﭚﭛﭜﭝﭞﭟ
”Kitab yang ayat-ayatnya dijelaskan, bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui.” (QS Fushshilat [41]: 3)
ﮏﮐﮑﮒﮓﮔﮕﮖﮗﮘ
”Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Qur`an dalam bahasa Arab agar engkau memberi peringatan kepada penduduk ibukota (Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) di sekelilingnya...” (QS Asy-Syura [42]: 7)
ﮅﮆﮇﮈﮉﮊﮋ
”Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur`an dalam bahasa Arab agar kamu mengerti.” (QS Az-Zukhruf [43]: 3)
Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT, dan bukan makhluk. Kalam Allah SWT yang diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dengan bahasa Arab. Tidak boleh dirubah oleh siapapun dan dengan bahasa apapun selain bahasa Arab. Kalau tidak dengan bahasa Arab, seperti waktu diturunkannya, maka itu bukan Al-Qur`an.

Islam Nusantara itu Sesat.
Satu-satunya agama yang benar, diridhai dan diterima oleh Allah SWT adalah Islam. Adapun agama-agama lain, selain Islam, tidak akan diterima oleh Allah SWT. Karena semua agama di luar Islam, ajarannya telah disimpangkan dan dicampuri oleh tangan-tangan kotor manusia.
Allah SWT berfirman:
ﭸﭹﭺﭻﭼ
“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam.” (QS Ali Imran [3]: 19)

ﭯﭰﭱﭲﭳﭴﭵﭶﭷﭸﭹﭺﭻﭼ
”Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Ali Imran [3]: 85)
ﭻﭼﭽﭾﭿﮀﮁﮂﮃﮄﮅ
“Pada hari ini telah Kusempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan ni`mat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” (QS Al-Maidah [5]: 3)
ﭲﭳﭴﭵﭶﭷﭸﭹﭺﭻﭼﭾﭿﮀﮁﮂﮃ
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS Ash-Shaf [61]: 7)
Allah SWT berfirman kepada Nabi Muhammad SAW,
ﮐﮑﮒﮓ  ﮔﮕ
”Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam,” (QS Al-Anbiya [21]: 107)
Nabi Muhammad SAW datang dengan membawa Islam dan ajaran-ajaran Islam yang terkandung di dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah Rasulullah SAW. Jadi antara Islam dan Al-Qur’an itu tidak bisa dipisahkan. Islam dan Al-Qur`an itu utuh untuk seluruh alam, tidak ada Islam Nusantara, Islam Amerika, Islam Afrika, Islam Pakistan, Islam Arab dan lain-lainnya. Jadi, Islam itu merupakan rahmat bagi seluruh alam.
Hanya orang-orang yang sesatlah yang berani mengatakan ada Islam Nusantara, Islam Pakistan, Islam Afghanistan, Islam Arab Saudi, Islam Timur Tengah dan lain-lainnya.
Jadi, salah besar dan divonis sesat jika ada seorang muslim yang mengikuti ajaran Islam Nusantara yang di antara ajarannya adalah ambil Al-Qur`annya dan buang bahasa Arabnya, ambil Islamnya dan buang Arabnya, ambil Islam dan buang jilbabnya, ambil tilawah Al-Qur`an dan buang langgam Arabnya.
Said Aqil Siradj mengatakan bahwa Islam Indonesia itu bukan Islam Arab. Kalau begitu, mau pergi haji dan umrah ke mana? Jangan seperti ada salah satu organisasi Islam yang cukup besar juga di Indonesia, mereka tidak pergi haji ke Mekkah. Tetapi pergi hajinya ke gunung Kerinci. Tetapi akhirnya setelah dipanggil dan dinasehati oleh MUI Pusat dan sering datang berdiskusi di kantor LPPI, akhirnya mereka bertaubat dan kembali kepada Islam yang benar yang bersumber dari Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah SAW.  

Jakarta 27 Juni 2018 M/12 Syawwal 1439 H
Penulis,


M. Amin Djamaluddin



Tidak ada komentar:

Posting Komentar